Stasion Wagon. Tak lama kemudian aku telah berada di dalam stasion wagon tua kami. Karena banyak sekali tugas rumah yang harus aku selesaikan, aku menjadi terburu-buru untuk berangkat ke sekolah. Biasanya aku lari ke sekolah dan sampai disana persis pelajaran telah dimulai sehingga aku tak sempat mencuri makanan dari bekal makan siang anak-anak lainnya.
Sampai di depan sekolah, ibu membiarkan kakak sulungku langsung masuk ke sekolah tapi aku ditahan nya dulu untuk mendengarkan rencananya besok. Dia mau mengirim aku kerumah kakaknya, dia bilang Paman Dan akan “mengasuhku“. Itu ancaman, jadi aku pura-pura takut, aku tahu betul pamanku itu tidak akan memperlakukan aku seperti Ibu memperlakukan aku meskipun paman ku itu memang galak.
Read more…
Ini sebuah cerita kisah nyata dari perjuangan seorang anak untuk bertahan hidup. Jangan sampai tidak membaca ini, anda sangat rugi untuk tidak mengikuti true story ini.
5 Maret 1973, Dally City, Callifornia – Aku terlambat. Aku harus menyelesaikan secepatnya, kalau tidak aku tidak dapat jatah sarapan dan karena semalam aku tidak makan, jadi sekarang aku harus makan sesuatu. Ibu mondar-mandir sambil berteriak kepada saudara-saudara lelakiku, aku bisa mendengar langkah nya menuju dapur, cepat-cepat aku membilas lagi tapi terlambat, ibu menarik ku dengan kasar.
Plak!! ibu memukul muka ku dan aku terjatuh, aku tahu lebih baik aku menjatuhkan diri daripada tetap berdiri dan dipukul lagi. Kalau aku berdiri ibu akan menganggap itu sebagai sikap membantah dan artinya juga akan ada beberapa pukulan lagi atau yang kutakutkan aku tidak akan diberi makan. Baru kemudian aku berdiri perlahan sambil memiringkan muka ku agar tidak menatapnya, sementara ibu tetap berteriak keras di telingaku.
Read more…