Sebuah Kisah Tentang Rano Karno

Januari 31, 2010 Tinggalkan komentar

Sebuah Kisah Tentang Rano Karno. Nah saatnya untuk update blog anti bete ini lagi setelah beberapa lama tidak saya urus karena agak sibuk, tanpa panjang basa-basi saya akan sedikit saja bercerita seputar rano karno. Cerita ini saya ambil dari buku humor edwin dan jhody yang sudah sangat lama sekali ada di tumpukan buku saya, mari kita langsung saja yah bercerita tentang rano karno ini. Alkisah waktu itu jhody sedang duduk di sebuah metromini, dan tak lama kemudian naiklah seorang anak kecil yang masih tampak polos, anak kecil tersebut langsung memandang kearah jhody sambil tertakjub sang anak kecil pun memulai bertanya kepada jhody.
Read more…

Terselamatkan Bag Stasion Wagon dan Sekolah

Agustus 17, 2009 Tinggalkan komentar

Stasion Wagon. Tak lama kemudian aku telah berada di dalam stasion wagon tua kami. Karena banyak sekali tugas rumah yang harus aku selesaikan, aku menjadi terburu-buru untuk berangkat ke sekolah. Biasanya aku lari ke sekolah dan sampai disana persis pelajaran telah dimulai sehingga aku tak sempat mencuri makanan dari bekal makan siang anak-anak lainnya.

Sampai di depan sekolah, ibu membiarkan kakak sulungku langsung masuk ke sekolah tapi aku ditahan nya dulu untuk mendengarkan rencananya besok. Dia mau mengirim aku kerumah kakaknya, dia bilang Paman Dan akan “mengasuhku“. Itu ancaman, jadi aku pura-pura takut, aku tahu betul pamanku itu tidak akan memperlakukan aku seperti Ibu memperlakukan aku meskipun paman ku itu memang galak.
Read more…

Categories: Kisah Nyata

Terselamatkan Bag 1 Aku Terlambat

Agustus 13, 2009 2 komentar

Ini sebuah cerita kisah nyata dari perjuangan seorang anak untuk bertahan hidup. Jangan sampai tidak membaca ini, anda sangat rugi untuk tidak mengikuti true story ini.

5 Maret 1973, Dally City, CalliforniaAku terlambat. Aku harus menyelesaikan secepatnya, kalau tidak aku tidak dapat jatah sarapan dan karena semalam aku tidak makan, jadi sekarang aku harus makan sesuatu. Ibu mondar-mandir sambil berteriak kepada saudara-saudara lelakiku, aku bisa mendengar langkah nya menuju dapur, cepat-cepat aku membilas lagi tapi terlambat, ibu menarik ku dengan kasar.

Plak!! ibu memukul muka ku dan aku terjatuh, aku tahu lebih baik aku menjatuhkan diri daripada tetap berdiri dan dipukul lagi. Kalau aku berdiri ibu akan menganggap itu sebagai sikap membantah dan artinya juga akan ada beberapa pukulan lagi atau yang kutakutkan aku tidak akan diberi makan. Baru kemudian aku berdiri perlahan sambil memiringkan muka ku agar tidak menatapnya, sementara ibu tetap berteriak keras di telingaku.
Read more…

Categories: Kisah Nyata Tag:, ,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.